Showing posts with label kanker. Show all posts
Showing posts with label kanker. Show all posts

YLKI Temukan Bahan Pemicu Kanker di Beberapa Merk Pembalut dan Pantyliner

pembalut, pantyliner, ylki, kanker, klorin
Setiap bulan diperkirakan 1,4 miliar pembalut digunakan oleh para perempuan di seluruh Indonesia. Sayangnya, semua merek yang beredar mengandung bahan kimia berbahaya yakni klorin

"Dari 9 merek pembalut dan 7 merek pantyliner, semua mengandung klorin dengan rentang 5-55 ppm (part per million)," kata Ilyani S Adang, Anggota Pengurus Harian YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia), ditemui di kantornya, di Duren Tiga Jakarta Selatan. 

Kandungan ini, dalam jangka pendek, bisa memicu iritasi pada kulit di sekitar kemaluan. Sedangkan dalam jangka panjang, akumulasi dampaknya bisa memicu kanker rahim dan gangguan fertilitas atau kesuburan.

Dalam proses produksi pembalut dan pantyliner, klorin digunakan sebagai pemutih. Sayangnya, SNI (Standar Nasional Indonesia) memang tidak mengatur bahwa produk-produk tersebut harus bebas klorin. 

"Kita mendorong SNI agar memasukkan klorin sebagai salah satu persyaratan," kata Tulis Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI. Selain mengandung klorin dengan berbagai kadarnya, beberapa produk pembalut dan pantyliner juga tidak mencantumkan tanggal kedaluarsa. Beberapa juga menggunakan kode registrasi dari Dinas Kesehatan, yang merupakan kode lama yang sudah tidak digunakan. 

"Ini juga bisa dipertanyakan apakah izinnya masih berlaku," tambah Arum Dinta, peneliti YLKI yang melakukan riset tentang pembalut dan pantyliner sejak Desember 2014. (detikhealth)


BACA JUGA : 

Pilih Pembalut Wanita yang Bersahabat 

7 Fakta tentang Kanker Rahim 

Tiens Airiz Sanitary Napkin ~ Pembalut Herbal Wanita Terbaik
READ MORE - YLKI Temukan Bahan Pemicu Kanker di Beberapa Merk Pembalut dan Pantyliner

Daftar Kanker yang Paling Sering Menyerang Anak

daftar penyakit kanker yang paling sering menyerang anak-anak
"Kanker pada anak berbeda dengan kanker pada orang dewasa." Demikian tutur Ira Soelistyo, pendiri Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesisa (YKAKI). Seperti apa bedanya? 

Kanker pada anak masih bisa disembuhkan jika terdeteksi sejak dini. Untuk itu, baik dokter maupun orang tua harus mewaspadai gejala-gejala dini dari kanker 

Inilah beberapa jenis kanker yang paling sering menyerang anak Indonesia menurut YKAKI dan riset di RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta, yang disampaikan dalam acara Sosialisasi Edukasi Kanker pada Anak yang dihelat di Aula Rumah Sakit Akademi UGM, Yogyakarta, dan ditulis pada Kamis (27/3/2014). 

Kanker darah (leukimia) 


Leukimia atau kanker darah adalah kanker yang paling banyak ditemui pada anak-anak. Di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, data menunjukkan bahwa jumlah pasien leukimia anak adalah 54%. Gejala yang harus diwaspadai antara lain pucat, demam, perdarahan tanpa sebab jelas, nyeri pada tulang, dan perut yang membengkak. 

Kanker mata (retinoblastoma) 


Retinoblastoma atau kanker mata merupakan kanker kedua yang paling banyak menyerang anak. Di Yogyakarta jumlahnya adalah 121 kasus atau sekitar 7%. Gejala yang ada bertahap dari stadium awal hingga stadium akhir. Gejala dari stadium awal sampai lanjut yakni mata juling, perdarahan mendadak meski tidak ada benturan, mata bernanah, katarak pada bayi, mata kucing, hingga terakhir glaukoma. 

Kanker saraf (neuroblastoma) 


Neuroblastoma yang merupakan sejenis kanker saraf yang memiliki banyak gejala. Jumlah kasus neuroblastoma hampir sebanyak kasus retinoblastoma yakni 5% kasus. Neuroblastoma bisa menyerang leher, rongga dada, atau mata. 

Jika menyerang mata, maka mata akan menonjol, kelopak mata turun, dan pupil melebar. Sedang bila menyerang tulang akan menyebabkan patah tulang tanpa sebab, atau bahkan kelumpuhan bila menyerang tulang belakang. 

Kanker ginjal (nefroblastoma) 


Tumor Wilms, nefroblastoma, atau kanker ginjal merupakan kasus kanker yang juga banyak ditemui pada anak Indonesia. Tumor ini menduduki posisi ke empat. Gejala yang sering dijumpai ialah kencing darah, rasa tidak nyaman pada perut, serta benjolan yang baru teraba ketika tumor telah membesar. 

Tumor otak 


Gejala awal tumor otak perlu diwaspadai karena mirip dengan penyakit umum seperti masuk angin atau keracunan makanan, yakni mual dan muntah-muntah. Meski demikian, tumor otak terkadang juga disertai berkurangnya daya penglihatan, berkurangnya kesadaran, dan perubahan perilaku. Hal lain yang perlu dicurigai adalah ubun-ubun yang menonjol pada bayi, gangguan bicara, gangguan keseimbangan tubuh, melemahnya anggota gerak, dan kejang-kejang. 

Kanker kelenjar getah bening (Limfoma) 


Limfoma maligma atau kanker kelenjar getah bening kerap ditandai dengan pembengkakan kelenjar getah bening. Pembengkakan yang terjadi secara cepat tanpa disertai rasa nyeri perlu lebih diwaspadai. Pembengkakan itu biasa terjadi di daerah leher, ketiak, selangkangan, atau usus. 

Kanker otot (rabdomiosarkoma) 


Rabdomisarkoma atau kanker otot dapat menyerang seluruh bagian otot. Kanker jenis ini biasanya menyerang anak pada daerah kepala, leher, kandung kemih, prostat dan vagina. 

Gejala yang menyertai kanker otot berbeda-beda tergantung organ tubuh yang diserang. Mata menonjol jika kanker menyerang mata, nyeri atau keluarnnya darah dari lubang telinga bila kanker menyerang telinga, dan tersumbatnya jalan napas, radang sinus, mimisan, atau sulit menelan bila kanker menyerang tenggorokan atau jalan napas. 

Kanker tulang (osteosarkoma) 


Osteosarkoma atau kanker tulang biasanya ditandai dengan pembengkakan dan rasa nyeri pada tulang. Pembengkakan yang perlu diwaspadai adalah pembengkakan yang berkembang dengan cepat dan disertai rasa nyeri. Kanker jenis ini dapat menyerang semua bagian tulang, tetapi mayoritas ditemukan pada tungkai lengan atau pinggul. (detikhealth)


BACA JUGA :

Remaja Gemuk Ginjalnya Lebih Mudah Rusak

Mengatasi Dislipidemia, Pemicu Stroke di Usia Muda

Kanker Hati Akibat Kebiasaan Tidur Larut Malam

Kurang Vitamin D Bikin Anak Gadis Puber Cepat 

Pertanda Awal Autisme pada Anak
READ MORE - Daftar Kanker yang Paling Sering Menyerang Anak

Tips Kenali Gejala Awal Kanker

tips mengenal gejala awal dari kanker rahim, payudara
Layaknya penyakit lain, kanker juga memiliki gejala dini. Bila masyarakat bisa mengetahui gejala tersebut dan secepatnya ke dokter, peluang kanker bisa dikendalikan semakin besar. 

 Beberapa laporan pengendalian kanker dari negara maju membuktikan, gejala dan deteksi dini meningkatkan jumlah kasus yang berhasil ditemukan dalam stadium dini. Angka ini sekaligus meningkatkan kasus kanker yang berhasil ditangani. 

Hal senada dikatakan Direktur Utama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Cz Heriawan Sujono, pada konferensi pers World Cancer Day pada Senin (3/2/2014) kemarin di Jakarta. 

"Data kami menunjukkan, pengetahuan gejala dan deteksi dini telah meningkatkan jumlah kanker yang bisa diketahui pada stadium dini. Kanker payudara meningkat sebesar 34 persen, sementara pada kanker nasofaring, ada peningkatan sebesar 17 persen. Seperti diketahui, keduanya merupakan kanker dengan jumlah penderita terbesar," katanya. 

Berikut gejala dan deteksi dini empat jenis kanker yang banyak terjadi di Indonesia. 

Kanker serviks (mulut rahim) 


Gejala klinis: 


- Pendarahan setelah berhubungan seksual 
- Pendarahan selain dalam siklus menstruasi 
- Pendarahan setelah menopause 
- Keluar cairan atau keputihan berlebih 

Deteksi dini : 


Pemeriksaan pap smear atau IVA secara rutin (6-12 bulan sekali). Khusus untuk IVA yang menggunakan asam asetat, masyarakat bisa melakukannya di bidan. 

Kanker usus besar (kolorektal) 


Gejala klinis : 


- Pendarahan lewat dubur dan gangguan buang air besar 
- Nyeri perut, muntah-muntah, tidak nafsu makan, penurunan berat badan 

Deteksi dini: 


Melakukan screening dengan cara: 
- Colok dubur 
- Tes darah pada tinja 
- Sigmoidoskopi, kolonoskopi 
- Barium enema dengan kontras ganda 

Kanker nasofaring 


Gejala klinis :


- Telinga berdengung dan terasa penuh pada satu sisi 
- Daya pendengaran berkurang 
- Mimisan, ingus bercampur darah, hidung terus tersumbat, pilek pada satu sisi, kelenjar getah bening leher membesar, juling, penglihatan ganda 

Deteksi dini: 


Keluhan pada telinga dan hidung tidak kunjung sembuh dengan pengobatan standar. 

Kanker payudara 


Gejala klinis : 


- Benjolan pada area payudara dan ketiak. Sekitar 80-90 persen benjolan berukuran 1 sentimeter dapat teraba pasien 
- Tanda sekunder: kulit di area payudara berkerut seperti jeruk, kemerahan, kulit atau puting tertarik ke dalam 
- Keluar cairan abnormal dari payudara 
- Ulserasi (luka) 

Deteksi dini: 


Sadari (periksa payudara sendiri) secara rutin. Payudara ditelusuri dengan ujung jari rapat sambil berdiri. 

Gejala dan deteksi dini terkait kanker tentu harus diketahui masyarakat. Pengetahuan keduanya diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli dan rutin memeriksakan tubuhnya. Gejala yang diketahui sejak awal akan meningkatkan peluang pengendalian kanker. (kompas)


BACA JUGA : 

5 Tindakan Untuk Mencegah Kanker 

Terungkap, Faktor Risiko Utama Kanker Payudara 

Kanker Hati Akibat Kebiasaan Tidur Larut Malam 

Cegah Kanker dengan Pola Makan Sehat 

Daftar Makanan Terbaik untuk Penderita Kanker Payudara
READ MORE - Tips Kenali Gejala Awal Kanker

5 Tes Kesehatan Yang Wajib Dijalani Oleh Wanita

5, tes, kesehatam, wajib, dijalani, oleh, wanita
Kesehatan adalah satu berkah yang sangat mahal harganya. Apalagi sebagai seorang wanita, kita harus selalu menjaga kesehatan terutama berkaitan dengan dua hal penting yaitu rahim dan payudara

Berbagai masalah kini banyak bermunculan di kedua area penting tersebut. Untuk itu, sebagai seorang wanita, kita harus selalu waspada dengan cara melakukan tes kesehatan. Dengan melakukan tes kesehatan, kita akan mengetahui kondisi tubuh kita dan mendeteksi penyakit yang ada di tubuh kita. 

Inilah lima tes kesehatan yang wajib dilakukan oleh wanita seperti yang dilansir oleh Merdeka.com

Pap Smear 


Tes ini dilakukan di daerah kewanitaan dan bertujuan untuk mendeteksi sel-sel abnormal yang dapat berkembang menjadi kanker. Saat ideal untuk melakukan ini adalah ketika wanita sudah berusia 21 tahun atau bagi mereka yang sudah pernah melakukan hubungan intim. 

Mammogram 


Idealnya tes ini dilakukan saat wanita sudah berusia di atas 40 tahun. Dokter mengatakan bahwa tes ini bersifat wajib dilakukan bagi setiap wanita. Tes ini dilakukan dengan menggunakan sinar X level rendah. Tujuannya adalah untuk mendeteksi setiap benjolan atau jaringan di payudara yang berpotensi menjadi kanker. 

Ovarian Cancer Screening 


Anda pasti mengetahui bahwa kanker ovarium adalah salah satu penyakit yang sangat berbahaya. Kanker ovarium mebunuh sekitar 15.000 wanita setiap tahunnya. Untuk itu, pemeriksaan ovarium menjadi sangat perlu untuk dilakukan oleh setiap wanita. 

Tes Penyakit Jantung 


Tahukah Anda bahwa penyakit jantung membunuh lebih banyak wanita daripada pria? Untuk itu, setiap wanita wajib melakukan tes jantung dengan elektrokardiografi (EKG) terutama bagi mereka yang mempunyai riwayat keluarga dengan penyakit jantung. 

Tes Osteoporosis Dengan X-Ray 


Tes ini disarankan untuk dilakukan kepada wanita yang berusia di atas 65 tahun. Tujuan dari tes ini adalah untuk mengetahui kepadatan sumsum tulang dan mengetahui potensi terkena osteoporosis. Tes ini lebih baik dilakukan karena wanita mempunyai resiko yang lebih tinggi untuk terkena penyakit ini daripada pria. 

Itulah lima tes kesehatan yang wajib dilakukan oleh para wanita. Namun tak kalah penting adalah menjaga gaya hidup kita agar selalu sehat. Perhatikan asupan makanan kita agar selalu bergizi dan juga jangan lupakan olaharaga dengan teratur. (vemale)


BACA JUGA : 

Vitamin Yang Paling Dibutuhkan Wanita 

Cegah Kanker dengan Pola Makan Sehat 

7 Fakta tentang Kanker Rahim
READ MORE - 5 Tes Kesehatan Yang Wajib Dijalani Oleh Wanita

Kanker Hati Akibat Kebiasaan Tidur Larut Malam

kanker, hati, akibat, kebiasaan, tidur, larut, malam
Para dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini menggemparkan dunia kedokteran karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia 37 tahun yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati. Tetapi ternyata saat menjelang Hari Raya Imlek diketahui positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm. 

Selama ini hampir semua orang sangat tergantung pada hasil indeks pemeriksaan fungsi hati (Liver Function Index). Mereka menganggap bila pemeriksaan hasil index yang normal berarti semua baik-baik saja. Kesalahpahaman ini ternyata juga dilakukan oleh banyak dokter spesialis. Para dokter yang seharusnya memberikan pengetahuan yang benar pada masyarakat umum, ternyata memberikan pengetahuan yang tidak benar. 

Pencegahan kanker hati harus dilakukan dengan cara yang benar. Tidak ada jalan lain kecuali mendeteksi dan mengobatinya sedini mungkin, demikian kata dokter Hsu Chin Chuan. Tetapi ironisnya, ternyata dokter yang menangani kanker hati juga bisa memiliki pandangan yang salah, bahkan menyesatkan masyarakat, inilah penyebab terbesar kenapa kanker hati sulit untuk disembuhkan. 

Saat ini ada pasien dokter Hsu yang mengeluh bahwa selama satu bulan terakhir sering mengalami sakit perut dan berat badannya turun sangat banyak. Setelah dilakukan pemeriksaan supersound baru diketemukan adanya kanker hati yang sangat besar, hampir 80% dari livernya (hati) sudah termakan habis. 

Pasien sangat terperanjat, “Bagaimana mungkin? Tahun lalu baru melakukan medical check-up dan hasilnya semua normal. Bagaimana mungkin hanya dalam waktu 1 tahun yang relative singkat dapat tumbuh kanker hati yang demikian besar?” Ternyata check-up yang dilakukan hanya memeriksa fungsi hati. Hasil pemeriksaan juga menunjukkan “normal“. Pemeriksaan fungsi hati adalah salah satu item pemeriksaan hati yang paling dikenal oleh masyarakat. Tetapi item ini pula yang paling banyak disalahpahami oleh masyarakat kita. 

Pada umumnya orang beranggapan bahwa bila hasil index pemeriksaan fungsi hati menunjukkan angka normal berarti tidak ada masalah dengan hati. Tetapi pandangan ini mengakibatkan munculnya kisah-kisah sedih karena hilangnya kesempatan mendeteksi kanker sejak stadium awal. Dokter Hsu mengatakan, SGOT dan SGPT adalah enzim yang paling banyak ditemui di dalam sel-sel hati. Bila terjadi radang hati atau karena satu atau sebab lain sehingga sel-sel hati mati, maka SGOT dan SGPT akan lari ke luar. Hal ini menyebabkan kandungan SGOT dan SGPT di dalam darah meningkat. 

Tetapi tidak adanya peningkatan angka SGOT dan SGPT bukan berarti tidak terjadi pengerasan hati atau tidak adanya kanker hati. Bagi banyak para penderita radang hati, meski kondisi radang hati mereka telah berhenti, tetapi di dalam hati (liver) mereka telah terbentuk serat-serat dan pengerasan hati. Dengan terbentuknya pengerasan hati, maka akan mudah sekali untuk timbul kanker hati. 

Selain itu, pada stadium awal kanker hati, index hati juga tidak akan mengalami kenaikan. Karena pada masa-masa pertumbuhan kanker, hanya sel-sel di sekitarnya yang diserang sehingga rusak dan mati. Karena kerusakan ini hanya secara skala kecil maka angka SGOT dan SGPT mungkin masih dalam batas normal. Katakanlah naik pun tidak akan terjadi kenaikan tinggi. Tetapi oleh karena banyak orang yang tidak mengerti akan hal ini sehingga berakibat terjadilah banyak kisah sedih. 

Penyebab utama kerusakan hati adalah : 


1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama

2. Tidak buang air besar pada pagi hari. 

3. Pola makan yang terlalu berlebihan. 

Daging panggang, sate, dan gorengan/minyak goreng yang tidak sehat. Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng untuk menggoreng makanan, hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil

Masakan yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan.. 

4. Tidak makan pagi. 

5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan atau bahkan narkoba. 

6. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan (penyedap rasa), zat pewarna, pemanis buatan. 

7. Mengkonsumsi masakan mentah atau dimasak setengah matang. 

8. Merokok atau menjadi perokok pasif. 

Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Cukup atur gaya hidup dan pola makan sehari-hari. Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan “jadwalnya “

Malam hari pk 21.00 – 23.00 


Waktu untuk pembuangan zat-zat tidak berguna/beracun (de-toxin) di bagian system antibody (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik (lebih baik lagi bila sudah tidur). Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif untuk kesehatan. 

Malam hari 23.00 – dini hari 01.00 


Waktu pada saat proses de-toxin di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas. 

Dini hari 01.00 - 03.00 


Waktu untuk memproses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur pulas. 

Dini hari 03.00 – 05.00 


Waktu untuk de-toxin di bagian paru-paru, sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernapasan, maka tidak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.. Bagi perokok pembersihan berlangsung dengan tidak sempurna. 

Pagi 05.00 – 07.00 


Waktu untuk de-toxin di bagian usus besar, harus buang air besar. 

Pagi 07.00 – 09.00 


Waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pukul 06.30.  Makan pagi sebelum pukul 07.30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap mengubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pukul 9-10 daripada tidak makan sama sekali. 

Penutup : tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat yang tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah. Sebab itulah, Tidurlah Nyenyak dan Jangan Begadang. (kompas dan berbagai sumber)


BACA JUGA : 

Tato dan Kerusakan Hati 

Lakukan Detoks Tubuh Setiap Tahun

Tiens Muncord Capsules ~ Suplemen Cordyceps Tiens yang ampuh menjaga fungsi dan kesehatan liver

Tiens Jiang Zhi Tea ~ Teh Hijau Tiens Obat Anti Insomnia Ampuh
READ MORE - Kanker Hati Akibat Kebiasaan Tidur Larut Malam

Cegah Kanker dengan Pola Makan Sehat

tips, cegah, kanker, pola makan, sehat
Upaya pencegahan penyakit kanker semakin diperhatikan. Perilaku hidup merupakan salah satu penyebab utama timbulnya kanker, di luar faktor keturunan, lingkungan, dan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Faktor perilaku hidup itu terutama menyangkut pola makan sehari-hari. Dr. Elvina Karyadi, M.Sc., seorang ahli gizi, mengajak kita memahami pola makan yang baik yang dapat mencegah kanker tertentu. 

Di negara-negara maju, sudah banyak orang yang menerapkan perilaku hidup sehat seiring dengan gerakan pencegahan kanker. Berikut ini langkah-langkah yang dianjurkan untuk mencegah timbulnya kanker. 

  • Makan banyak sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian, seperti tempe, tahu, dan makanan yang banyak mengandung serat. Paling tidak satu atau dua kali sehari mengkonsumsi sayuran hijau dan buah-buahan. 
  • Hindari berat badan berlebihan atau kegemukan. Timbanglah berat badan 1 kali seminggu. Penelitian menunjukkan, akibat kegemukan, risiko terjadinya kanker lebih besar, khususnya kanker payudara, rahim, usus besar, lambung, ginjal, serta kandung empedu. 
  • Kurangi terlalu banyak makanan gorengan dan juga yang mengandung protein dan lemak tinggi seperti jeroan. 
  • Batasi makanan yang diolah dengan suhu tinggi dan lama atau dengan pengolahan tertentu yang dapat menimbulkan prokarsinogen seperit makanan yang diasinkan, diasap, diolah dengan nitrit, dibakar, dipanggang sampai keluar arang (gosong) sehingga menimbulkan zat polisiklik aromatik hidrokarbon (PAH) yang bersifat prokarsinogen. Paling baik makanan olahan rebus. 
  • Hati-hati dengan penggunaan pemanis buatan, pewarna makanan, serta zat pengawet yang berlebihan. Makanan terbaik adalah makanan segar. 
  • Makanan dijaga kebersihannya, beraneka ragam, dan bebas dari zat cemaran lingkungan. 
  • Sebaiknya tidak berlebihan mengonsumi minuman yang mengandung alkohol, dan juga merokok. 
  • Kegiatan fisik dengan berolahraga secara teratur disertai kesehatan mental dan rohami merupakan bagian terpadu dalam upaya pencegahan penyakit kanker. 
Sedapat mungkin kita menghindari makanan yang kurang bersih, lewat masa kedaluarsa, atau diolah dengan tidak semestinya. Walaupun dalam kehidupan sehari-hari cukup sulit untuk menghindarinya, paling tidak kita berusaha menjauhinya. (Majalah Intisari)
READ MORE - Cegah Kanker dengan Pola Makan Sehat

Anggur Merah Sumber Resveratrol Alami

anggur, merah, sumber, resveratrol, alami
Semua makanan itu harus dimakan sesuai kebutuhan. Jika tidak, alih-alih sehat, malahan efek samping yang kita dapatkan. 

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Physiology menunjukkan bahwa terlalu banyak mengonsumsi antioksidan, seperti resveratrol, yang ditemukan dalam anggur merah, dapat mengepung beberapa manfaat kesehatan dari olahraga, khususnya mengurangi tekanan darah dan kolesterol. 

Penelitian ini dilakukan pada pria berusia sekitar 65 tahun, sehingga bisa saja hasilnya akan berbeda untuk wanita atau kelompok usia lainnya. Orang-orang tidak minum anggur, tetapi mereka mengasup suplemen resveratrol, dari 250 miligram setiap hari. 

Resveratrol merupakan salah satu senyawa polifenol, salah satu antioksidan, yang digolongkan sebagai senyawa fitoaleksin, yaitu senyawa yang dihasilkan tanaman sebagai respon terhadap masuknya patogen atau penyakit. 

Resveratrol dapat mencegah kanker, melindungi jantung, dan mencegah berbagai penyakit yang berkaitan dengan bertambahnya umur. Dalam dosis rendah, resveratrol dapat meningkatkan kelangsungan hidup sel, sementara dalam dosis yang tinggi, justru akan meningkatkan kematian sel. 

Karena itu, penggunaan resveratrol dalam jumlah tinggi umumnya digunakan untuk pengobatan atau perawatan kanker. Namun, konsumsi ini juga dapat mencegah penyerapan logam dalam tubuh, menurunkan sel darah merah, dan lainnya. 

Untuk itu, bila ingin mengonsumsi lebih banyak resveratrol, konsumsilah dari yang alami. Konsumsi secukupnya sesuai dengan porsinya saja. Dengan cara ini, kita tidak hanya mendapatkan satu komponen gizi saja, tetapi kita tetap mendapatkan asupan serat dari makanan tersebut. 

Berikut ini beberapa makanan yang mengandung tinggi resveratrol

Anggur merah


Anggur tidak harus difermentasi untuk mengambil manfaat antioksidannya. Sebenarnya antioksidan ditemukan dalam kulit buah anggur merah bersama dengan nutrisi lainnya, seperti mineral mangan dan kalium, vitamin K, C, dan B1. 

Selai kacang


Selai kacang juga mengandung beberapa resveratrol (sampai 0,13 mg per cangkir). Selai kacang merupakan sumber niasin dan mangan. 

Cokelat hitam


Dalam cokelat hitam, resveratrol berpadu apik dengan antioksidan lain dan juga mineral, seperti zat besi, tembaga, dan mangan. 

Blueberry


Blueberry tidak memiliki cukup banyak resveratrol seperti anggur, tetapi makanan ini juga merupakan sumber antioksidan lainnya, serat makanan, vitamin C, K, dan mangan. 

Ingat, makanlah secukupnya saja sesuai dengan kebutuhan tubuh. (intisari)


grape, extract, tiens, suplemen, anggur, merah, sumber, resveratrol

Tiens Grape Extract Capsules suplemen berbahan baku anggur merah di setiap kapsulnya, sangat kaya resveratrol alami

READ MORE - Anggur Merah Sumber Resveratrol Alami

Kacang Polong Bisa Lawan Kanker Usus


Makanan yang kaya akan pati jenis resistant starch (RS), seperti kacang polong, buncis, dan jenis kacang lainnya, ternyata bisa melindungi Anda dari kanker usus atau kolorektal.

RS ini tidak dapat dicerna sehingga akan berakhir di usus dengan bentuk yang sama saat memasuki mulut Anda. Setelah di usus, pati ini melakukan beberapa hal penting, termasuk penurunan pH dan waktu transit usus, dan meningkatkan produksi asam lemak. Efek ini juga mendorong pertumbuhan bakteri baik sekaligus membuang bakteri buruk.

Kini, sebuah tinjauan University of Colorado Cancer Center telah menunjukkan bahwa pati tersebut juga membantu tubuh melawan kanker kolorektal melalui berbagai mekanisme, termasuk membunuh sel pra-kanker dan mengurangi peradangan penyebab kanker.

“Pati ini banyak ditemukan dalam kacang polong, buncis dan jenis kacang lainnya, pisang hijau, dan juga dalam produk tepung kemasan yang didinginkan seperti nasi sushi dan salad pasta,” ujar Janine Higgins, PhD, peneliti CU Cancer Center dan profesor Pediatrics di University of Colorado School of Medicine.

“Anda harus mengonsumsi makanan tersebut dalam suhu ruangan normal atau di bawah normal. Apabila Anda memanaskannya segera, pati tersebut akan hilang. Tapi bila dikonsumsi dengan benar, pati ini mampu membunuh sel pra-kanker dalam usus,” saran Higgins.

“Pati ini juga mungkin memiliki implikasi untuk pencegahan kanker payudara,” kata Higgins. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Current Opinion in Gastroenterology edisi bulan ini. (duniafitnes)


READ MORE - Kacang Polong Bisa Lawan Kanker Usus

Sayuran Hijau Perkuat Tubuh Lawan Kanker

Pikirkan lagi jika kita tidak suka makan sayur. Makan sayuran hijau dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh. Sayuran berdaun hijau bahkan dapat mengurangi risiko beberapa jenis kanker.

Sel-sel limfoid (innate lymphoid cells atau ILCs) pada sistem pencernaan melindungi tubuh dari bakteri jahat dalam usus. Sel-sel ini juga diyakini berperan mengontrol alergi makanan, penyakit peradangan, obesitas, bahkan mencegah kanker usus besar. ILCS juga mampu menyembuhkan luka kecil dalam jaringan sistem pencernaan.

Dalam temuan terbaru, peneliti dari Tea Walter and Eliza Hall Institute, Australia, menunjukkan ILCS bekerja di bawah pengaruh gen yang disebut T-bet. Menariknya, T-bet merespon dan bekerja dengan baik ketika tubuh mencerna sayuran berdaun hijau seperti selada dan kubis.

Dr. Gabrielle Belz menjelaskan, temuan ini dapat digunakan dalam pengembangan pengobatan penyakit, demikian dilansir Thirdage.

“Memahami cara kerja ILCS dan gen yang mengontrolnya sangat penting untuk mengembangkan metode baru yang dapat digunakan untuk pengobatan penyakit,” kata Belz.

Menurut Belz, peneliti masih harus melakukan banyak percobaan untuk mengontrol kinerja ILCS termasuk meningkatkannya ketika sel tidak sangat aktif menghadapi beberapa infeksi dan kanker, atau melemahkannya ketika kinerja sel-sel ini menjadi terlalu aktif, seperti yang terjadi pada penyakit inflamasi kronis. (intisari)

READ MORE - Sayuran Hijau Perkuat Tubuh Lawan Kanker

Inilah 8 Makanan Terbaik Pelawan Kanker

The National Cancer Institute (NCI) di Amerika Serikat membuktikan, makan buah dan sayur bisa mengurangi risiko terkena beberapa jenis kanker. Makanan nabati menyediakan vitamin, mineral, dan enzim penting yang bantu tubuh membentuk imunitas melawan kanker

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahun penderita kanker di dunia bertambah 6,25 juta orang. Penyakit ini ditakuti karena tak jarang penderitanya berujung pada kematian. 

Namun, tahukah Anda bahwa kanker ternyata tidak bisa hanya dilawan melalui pengobatan medis? Anda juga harus melawannya dengan pengaturan pola makan dan pola hidup yang sehat dan benar. Salah satu caranya adalah mengasup sayur yang memiliki kandungan nutrisi pembunuh sel kanker. 

Berikut ini jenis makanan terbaik untuk melawan penyakit kanker. Check these out!

Tomat

Tomat kaya akan lycopene, antioksidan yang mencegah radikal bebas penyebab kanker. Akan lebih baik jika diasup dalam bentuk saus tomat atau pasta tomat yang dimasak. Hebatnya, semakin panas, lycopene dalam tomat semakin terbentuk. Tomat juga mengandung vitamin C yang tinggi. Mengasup lycopene bisa mengurangi risiko kanker payudara, prostat, pankreas, dan usus besar. 

Untuk penyerapan lebih baik oleh tubuh, masaklah tomat dengan sedikit minyak. 

Teh Hijau

Mengandung beberapa zat antioksidan seperti polifenol atau katekin yang bisa mencegah sel-sel kanker semakin berkembang. Menurut laporan sebuah studi yang dimuat Journal of Cellular Biochemistry, zat polifenol ini tak hanya terdapat dalam teh hijau, tapi terdapat juga di dalam kandungan minyak zaitun. Teh hijau yang sudah dikeringkan, memiliki kandungan polifenol hingga 40 persen dari beratnya dan berfungsi mengurangi risiko kanker pencernaan, paru-paru, usus besar, liver dan pankreas. 

Hasil riset yang diterbitkan British Journal of Nutrition menyebutkan, mengonsumsi 2 cangkir teh hijau setiap hari selama sebulan bisa menurunkan tingkat kerusakan DNA hingga 20 persen. Anda bisa bebas kanker dan awet muda.

Ubi Merah

Kandungan betakaroten pada ubi merah juga tinggi. Ubi merah juga mengandung zat saponin, flavonoid, dan polifenol yang aktif berfungsi sebagai antioksidan dan anti kanker. Zat saponin bersifat anti radang dan antikarsionegik, yaitu mencekal zat-zat dari luar tubuh yang berpotensi menjadi sel kanker di dalam tubuh. Selain itu, kandungan vitamin C, vitamin E, betakaroten, serta, karbohidrat kompleks, dan rendah kalori juga bisa menjaga tingkat gula darah. 

Ubi merah sangat baik bagi manula karena vitamin B (B6 dan asam folat) di dalamnya bisa menghindarkan dari penyakit kepikunan.

Brokoli

Nutrisi utamanya tentu saja serat. Brokoli adalah sumber makanan kaya mineral seperti thiamin, niacin, asam pantothenat, kalsium, besi, selenium, vitamin A, vitamin C, vitamin B6, folat, magnesium, dan fosfor. Namun, zat aktif yang melawan kanker pada brokoli adalah isothiocyanate yang juga bisa ditemukan pada selada air, kubis, kembang kol, dan brussel sprout. Zat tersebut berfungsi menghentikan perkembangan sel kanker.

Brokoli juga mengandung zat kuat sulforaphane yang membantu meningkatkan kekebalan tubuh melawan sel kanker. Namun, hati-hati dalam mengolah brokoli jika terlalu matang. Sebab, ada sekitar 90% anti kanker yang hilang. Jadi, rebus atau kukus brokoli sebentar saja ya!

Wortel

Warna jingga pada wortel menandakan bahwa kandungan betakaroten di dalamnya tinggi. Betakaroten ini berfungsi menangkal radikal bebas atau polusi yang bersifat karsinogen. Selain itu, ada kandungan antioksidan alami lain dalam wortel bernama alfakaroten. Pria yang mengasup alfakaroten dosis tinggi memiliki risiko terkena kanker paru-paru lebih rendah. Sebuah studi yang dimuat Journal of Agricultural and Food Chemistry juga menyebutkan, falcarinol membantu melindungi wortel dari jamur dan pestisida.

Bawang Putih

National Cancer Institute di Amerika Serikat tidak menyarankan asup suplemen untuk mencegah kanker. Namun, NCI menyebutkan bahwa bawang putih adalah jenis sayuran yang berpotensi antikanker. Bawang putih juga mengandung zat arginine, oligosaccharides, flavanoid, dan selenium serta bersifat anti radang dan anti bakteri. Baunya yang menyengat berasal dari kandungan sulfur yang tinggi, yaitu allyl sulfur yang memperlambat kerusakan sel tubuh akibat perkembangan sel kanker. 

Bayam Merah/Bayam Hijau

Bayam mengandung zat antioksidan tinggi dan zat gizi seperti vitamin A, C, E, K, B1, B6, serta mineral seperti kalium, kalsium, besi dan masih banyak lagi. Bayam juga mengandung fitonutrisi yang melemahkan sel kanker dan mengurani radang (salah satu proses dasar perkembangan kanker). Beberapa kanker yang bisa dicegah dengan bayam antara lain, kanker usus besar, prostat, payudara dan pencernaan.

Jika Anda memilih bayam merah akan lebih baik lagi. Pasalnya, warna merah pada bayam mera menandakan tingginya kandungan lycopene. Selain itu, pigmen merahnya juga mengandung flavonoid dan antosianin yang aktif sebagai zat anti kanker dan anti radang. Hanya saja, perhatikan bagi penderita asam urat. Karena bayam memiliki kandungan purin yang cukup tinggi.

Kedelai

Soal kedelai, Anda pasti lebih tahu kandungan proteinnya yang tinggi. Namun, kedelai punya zat aktif pelawan kanker bernama genistein. Dalam artikel yang dipublikasikan di Journal of the National Cancer Institute, disebutkan bahwa genistein diduga zat aktif anti kanker yang bekerja dengan melemahkan sel kanker sehingga pertumbuhan kanker melambat dan tidak berkembang. 

Selain itu, zat isoflavon di dalamnya berfungsi melindungi sel dari efek buruk kelebihan hormon estrogen. Kedelai baik untuk mengurangi risiko terkena kanker payudara dan prostat. (duniafitnes)








READ MORE - Inilah 8 Makanan Terbaik Pelawan Kanker
 

PENCARIAN


Kenapa Harus Obat Peninggi Badan Tiens

Obat Peninggi Badan Grow Up VS Obat Peninggi Badan Tiens

Powered by Blogger.