Pertanda Awal Autisme pada Anak

tanda-tanda dan gejala awal penyakit autisme pada anak
Detik-detik ketika mengetahui bahwa buah hati menyandang autisme, dunia mungkin terasa seolah runtuh. Namun, dunia tidak benar-benar berakhir. Orangtua harus bangkit dan dengan penuh percaya diri mengasuh buah hati serta memberikan semua dukungan dan perhatian yang ia butuhkan. 

Diagnosis autisme pada tahap awal berpengaruh besar terhadap masa depan buah hati. Sebab efek autisme pada setiap anak berbeda. Beberapa anak hanya akan mengalami sedikit masalah sedangkan yang lain menghadapi kesulitan yang cukup berarti. Apa pun yang dialami anak, penanganan sedini mungkin akan memberikan efek positif dalam tumbuh kembangnya. 

Mengetahui pertanda awal autisme sengatlah penting. Orangtua harus memerhatikan interaksi sosial, komunikasi, dan kebiasaan bermain anak saat usia mereka mencapai 14, 18, 24, 30, atau 36 bulan. Di usia sedini itu, tanda-tanda autisme mungkin akan sedikit sulit untuk diidentifikasi. Untuk itu, orangtua harus mengerti benar bagaimana gejalanya. 

Bagaimana gejala anak autis? Inilah tanda-tanda umum yang ditemui pada anak penyandang autisme, sebagaimana dikutip dari Boldsky

Tidak pernah tersenyum 


Perlu diwasapadai jika bayi tak pernah tersenyum atau merespons terhadap interaksi-interaksi dari orang tua, terutama dari ibu. Gejala tersebut perlu lebih diwaspadai jika bayi tak pernah tersenyum hingga usianya enam bulan atau lebih. Jika mengalami gejala ini, kemungkinan terjadinya autisme akan semakin besar seiring pertambahan usia. 

Tidak merespons suara 


Jika bayi terlihat seperti berada di dunia lain, tidak merespon suara atau aktivitas orangtua, besar peluangnya ia mengalami autisme. Jangan mengabaikan situasi tersebut dan carilah bantuan medis.

Tidak mengucapkan sepatah kata pun hingga usia 16 bulan 


Hal yang normal jika balita mengalami keterlambatan bicara. Cara mengatasinya adalah dengan mencoba memicu anak agar ia memberikan respons terhadap ucapan Anda. Tetapi jika anak tak kunjung mencoba berbicara dan tak kunjung mengucapkan sepatah kata, maka Anda harus melakukan pemeriksaan. 

Kemampuan sosial yang buruk 


Masa balita adalah masa di mana anak-anak mulai mempelajari segala hal melalui interaksi sosial. Tetapi jika anak tak kunjung mengembangkan kemampuan berinteraksi sosial, atau anak menunjukkan kebiasaan yang abnormal, besar kemungkinan ia mengalami autisme. 

Aktivitas yang menyimpang 


Balita dengan autisme biasanya menunjukkan ketidakteraturan dalam aktivitas mereka. Mereka tidak mampu mengikuti sikap tubuh orangtua, tidak dapat memahami cara memainkan mainan tertentu, dan tidak merespons terhadap rangsangan audio dan visual. P

Pertanda-pertanda tersebut adalah peringatan umum akan autisme pada balita. Selalu ingat tanda-tanda autisme pada anak. Mendiagnosis dan menangani sejak dini adalah langkah terbaik untuk mendukung perkembangan anak penderita autisme. 

Ingat, dunia belum berakhir dan anak membutuhkan dukungan dari orang tua. (detikhealth)


BACA JUGA : 

Ingin Anak Cerdas? Sistem Pencernaannya Harus Sehat 

Anak Anda bisa Obesitas jika Kekurangan Vitamin D 

Gizi Berkualitas Pengaruhi “Masa Emas” Anak

Isi Kandungan Tiens NHCP Jr Vitamin Peninggi Badan Terbaik untuk Anak
 

PENCARIAN


Kenapa Harus Obat Peninggi Badan Tiens

Obat Peninggi Badan Grow Up VS Obat Peninggi Badan Tiens

Powered by Blogger.