Selamat Datang dan Selamat Berbelanja di Matras Tianshi Store sejak tahun 2001

June 28, 2015

Manfaat Selai Kacang Menurunkan Berat Badan Hingga Mencerahkan Kulit

manfaat selai kacang menurunkan berat badan hingga mencerahkan kulit
Tentu sangat menyenangkan jika makanan yang terasa lezat ternyata juga baik bagi tubuh Anda. Begitulah selai kacang. Pasalnya, selai kacang memiliki banyak kandungan nutrisi sehat, termasuk vitamin E, magnesium, zat besi, selenium dan vitamin B6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka yang secata rutin mengonsumsi kacang ataupun selai kacang lebih minim risiko terserang penyakit jantung dan diabetes tipe 2. 

Selain itu, selai kacang juga bisa dikonsumsi kapan saja, baik untuk sarapan, makan siang, makan malam ataupun untuk hidangan penutup dan camilan. Jika Anda bukan penyuka selai kacang, beberapa manfaat berikut ini bisa jadi pertimbangan untuk mulai mengonsumsi selai kacang. 

Selai kacang adalah makanan yang mengenyangkan


Selai kacang mengandung kombinasi 2 gram serat dan 4 gram protein per sendok makan, serta mampu menekan nafsu makan. Sebuah studi di British Journal of Nutrition menemukan, bahwa orang yang mengonsumsi selai kacang untuk sarapan mengalami penurunan nafsu makan hingga 12 jam. Bisa jadi, ini disebabkan karena meningkatnya produksi hormon Peptide YY, yaitu hormon yang menimbulkan rasa kenyang. 

Selai kacang bisa membantu menurunkan berat badan


Menurut Joy Bauer, MS, RDN, CDN, ahli kesehatan dan nutrisi untuk NBC’S Today Show dan founder of Nourish Snacks, selai kacang mampu mengontrol nafsu makan, sehingga tak heran jika bisa membantu membuat tubuh lebih sehat dan lebih ramping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi kacang memiliki indeks massa tubuh yang lebih sehat ketimbang mereka yang tak mengonsumsi kacang atau selai kacang. 

Kacang merupakan sumber lemak tak jenuh yang membantu menurunkan kadar kolesterol jahat


Wanita yang makan sedikitnya lima porsi kacang per minggu (satu porsi kacang adalah 1 ons kacang atau 1 sendok makan selai kacang) mengalami 44 persen penurunan risiko penyakit jantung dibandingkan dengan wanita yang jarang makan kacang, menurut hasil studi kesehatan Harvard University Nurses’s Health. 

Membuat kulit dan rambut lebih sehat dan berkilau


Kacang mengandung biotin, vitamin B yang bisa memanjangkan, menjaga keindahan dan kesehatan kulit rambut secara keseluruhan. Selain itu kandungan vitamin E di dalamnya juga mampu memelihara kesehatan kulit dan melindungi kulit dari kerusakan yang disebabkan oleh sinar UV. 

Mengontrol diabetes tipe 2


Kacang dan mentega adalah makanan rendah karbohidrat, sehingga dapat membantu mencegah lonjakan gula darah. Karena itulah selai kacang adalah makanan yang tepat untuk penderita diabetes tipe 2. 

Meski selai kacang memiliki banyak manfaat baik bagi kesehatan tubuh, bukan berarti Anda bisa mengonsumsi satu toples selai kacang sekaligus. Batasi konsumsi selai kacang dua sendok makan per hari. 

Selain itu, perhatikan bahan-bahan yang terkandung dalam selai kacang sebelum membeli, pilih yang tak mengandung lemak jenuh dan rendah gula, agar Anda tetap mendapatkan manfaat baik selai kacang. (kompashealth)


BACA JUGA : 




June 23, 2015

Tes Sederhana untuk Mengidentifikasi Depresi

cara sederhana mengidentifikasi depresi
Delapan dari sepuluh orang yang memiliki riwayat depresi akan menderita penyakit kejiwaan itu lagi di masa yang akan datang. Kendati sulit mengetahui siapa yang berisiko, para ilmuwan mengatakan, tes sederhana dapat mengungkap seberapa besar kemungkinan depresi dapat kambuh. 

Anda juga bisa melakukannya sendiri. Lihatlah dua buah gambar ekspresi berbeda, tersenyum dan marah, dari subjek yang sama. Setelah melihat gambar tersebut, pada gambar ekspresi yang mana Anda lebih fokus melihatnya? 

Menurut para peneliti, orang-orang yang lebih fokus pada wajah marah, dibandingkan ekspresi netral atau bahagia, berisiko lebih besar menderita depresi. Gambar yang sama digunakan oleh para peneliti di Universitas Binghamton. 

Para peneliti merekrut 160 perempuan. Sebanyak 60 peserta memiliki sejarah depresi masa lalu, sementara 100 orang tidak memiliki riwayat depresi. Mereka menunjukkan pada setiap perempuan serangkaian seri wajah, satu dengan ekspresi netral dan yang lainnya dengan ekspresi marah, sedih, atau bahagia. 

Memakai teknik pelacakan mata, mereka menemukan, perempuan dengan sejarah masa lalu depresi lebih memerhatikan wajah dengan ekspresi marah. Yang lebih penting lagi, di antara perempuan yang sebelumnya memiliki riwayat depresi, mereka yang paling melihat wajah marah memiliki risiko paling besar untuk mengembangkan depresi selama dua tahun ke depan. 

“Ketika Anda berjalan di lingkungan rumah dari hari ke hari, perhatian Anda akan tertarik pada hal-hal tertentu. Anda akan cenderung melihat satu hal daripada yang lainnya,” kata Brandon Gibb, profesor psikologi di Universitas Binghamton. 

“Jika perhatian Anda tertarik pada orang-orang yang tampaknya marah atau kritis terhadap Anda, maka Anda berisiko depresi.” 

“Yang paling menarik tentang hal ini adalah, kami mengikuti para perempuan selama dua tahun. Perempuan yang memerhatikan wajah marah adalah orang-orang yang paling mungkin menjadi depresi kembali, dan mereka akan tertekan dalam waktu terpendek.” 

Kami dapat mengidentifikasi perempuan dengan risiko depresi terbesar di masa dengan hanya dengan sesuatu sederhana, kata salah seorang peneliti Mary Woody. Yakni bagaimana mereka memerhatikan ekspresi emosi yang berbeda dalam lingkungan mereka. (cnnindonesia)


BACA JUGA : 



June 19, 2015

Enam Cara Membersihkan Karang Gigi Secara Tradisional

Cara Membersihkan Karang Gigi Secara Tradisional
Kalkulus gigi alias karang gigi kerap membuat kita jengkel. Selain karena menganggu, karang gigi juga tempat bersemayamnya ratusan jenis kuman yang menyebabkan karies. Tapi jangan khawatir, karang gigi bisa dihilangkan, baik secara modern ataupun tradisional. 

Nah, berikut enam cara mudah membersihkan karang gigi secara tradisional: 

1. Cara yang paling mudah adalah dengan membersihkan gigi sesaat setelah makan


Setidaknya setiap kita makan pagi, siang, dan sore, gigi harus dibersihkan dengan sikat gigi yang halus. Kita tahu, rajin menggosok gigi dapat menghilangkan kotoran sisa-sisa makanan yang ada di selah-selah gigi. 

2. Makanlah buah apel


Konon buah apel sangat bermanfaat untuk menghilangkan karang gigi, caranya konsumsilah buah apel tanpa mengupas kulit luarnya. Alangkah baiknya jika itu dilakukan setelah makan. 

3. Menggunakan cengkeh


Konon ini cara warisan nenek moyang. Cengkeh sangat bagus untuk kesehatan gigi, nenek moyang kita sering sekali membersihkan gigi dengan cengkeh dan campuran daun sirih. Orang Jawa menyebutkan nginang.

4. Gunakanlah batu bata mereh


Benar, batu bata merah sangat efektif untuk menghilangkan karang atau kerak gigi. Caranya, haluskan batu bata dan setelah itu gosokkan pada gigi yang terdapat kerak atau karang sampai benar-benar bersih. 

5. Membersihkan karang gigi dengan biji asam kawak


Biji asam kawak yang di sangrai kemudian ditumbuk hingga halus dapat digunakan sebagai penghilang karang gigi. Hanya dengan menggosokan hasil tumbukan biji asam kawak ke gigi berkarang, jika ingin mudah membersihkannya, anda bisa menggunakan sikat gigi. 

6. Menghindari merokok


Kita tahu, rokok sangat mudah membuat gigi menjadi kuning dan berkarang. (intisari)


BACA JUGA : 




June 12, 2015

Awas, MERS Datang

mers penyakit sindrom pernafasan
Belum reda kegembiraan atas keberhasilan mengatasi wabah ebola di pantai barat Afrika, datang berita mengejutkan dari Korea Selatan: MERS merebak. Akibatnya, enam warganya meninggal dan 2.500 warga dikarantina. 

Asal-usul MERS—singkatan dari Middle East Respiratory Syndrome atau Sindrom Pernapasan Timur Tengah—memang sesuai namanya. Pertama kali dilaporkan September 2012 di Arab Saudi, penyakit ini disebabkan oleh virus korona yang menyerang sistem pernapasan. Pasien MERS umumnya menderita gangguan pernapasan akut dengan gejala demam, batuk, dan napas pendek-pendek. Dilaporkan, 3-4 orang dari setiap 10 pasien MERS meninggal. 

Penyakit ini menyebar dari mereka yang terinfeksi ke orang-orang di sekelilingnya yang kontak secara dekat, terutama orang yang merawat atau hidup bersama dengan penderita. Hasil penelitian menunjukkan, rantai penyebaran terjadi di rumah sakit dan belum pernah ditemukan di komunitas. 

Meski demikian, setiap orang bisa saja tertular. Pasien MERS mencakup usia kurang dari 1 tahun hingga 99 tahun dengan tingkat kematian 58 persen. Bandingkan dengan tingkat kematian akibat SARS (10 persen) dan flu burung (80 persen). 

Menurut Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, kasus pertama MERS sebenarnya terjadi di Jordania pada April 2012. Penyakit ini kemudian menyebar ke negara-negara di kawasan Peninsula Arab dan akhirnya meluas ke seluruh dunia. Hingga kini, MERS sudah menyebar ke 15 negara, termasuk Asia Timur dan Tenggara, serta Amerika Serikat. 

Mirip SARS 


MERS sering disebut flu arab karena gejalanya mirip influenza meski kadang disebut pula penyakit serupa SARS karena gejalanya tak jauh beda: mulai dari flu ringan sampai sindrom pernapasan akut yang berakibat fatal. MERS dan SARS sama-sama disebabkan oleh virus dari genus coronavirus. 

Menurut CA Nidom, anggota Komnas Pinere Kementerian Kesehatan, dalam ”MERS Mengintip di Beranda Kita”, MERS punya struktur RNA beruntai positif tunggal, sementara virus flu burung beruntai negatif dan berfragmen. Artinya, virus MERS lebih sederhana dan lambat bermutasi sehingga tingkat keganasannya juga lebih rendah apabila dibandingkan dengan flu burung. 

Meski sampai saat ini di Indonesia belum pernah ditemukan kasus yang positif MERS—dari 99 pasien yang dicurigai, 74 orang di antaranya telah diperiksa di laboratorium dengan hasil negatif —masyarakat sebaiknya tetap berhati-hati. Ini mengingat makin banyaknya orang Indonesia yang menjalankan ibadah umrah ataupun haji. 

Menurut Nidom, selain menghindari kontak langsung dengan sumber penyakit MERS—termasuk di antaranya unta karena diketahui pada tubuh unta pernah atau sedang terjadi replikasi virus MERS—jemaah sebaiknya juga mengenakan masker standar (N-95) secara terus-menerus di Arab Saudi. 

Mereka juga dianjurkan untuk sering cuci tangan dan kaki dengan sabun, berhenti merokok, mengurangi aktivitas bicara, dan menguatkan fungsi kekebalan tubuh. Tidak ada salahnya mereka yang menderita penyakit kronis, seperti gangguan jantung, ginjal, dan gula, memeriksakan diri secara menyeluruh sebelum berangkat karena data menunjukkan mereka yang berpenyakit kronis lebih rentan terinfeksi MERS. 

Namun, ke depan Indonesia tampaknya perlu menyiapkan dan membuat vaksin sendiri. Apalagi kemampuan para peneliti sudah teruji. Dengan demikian, jika sewaktu-waktu terjadi wabah, kita sudah mampu menyiapkan vaccine seed secara cepat. (kompashealth)


BACA JUGA : 

June 7, 2015

Daftar Makanan yang Melancarkan ASI

daftar makanan dan minuman yang membantu melancarkan ASI
ASI adalah nutrisi terbaik bagi bayi. Sayangnya, tak sedikit ibu yang mengeluh ASI-nya tidak lancar. Untuk meningkatkan produksi ASI ibu, ada banyak jenis makanan yang dipercaya bisa melancarkan ASI, dari yang manis hingga yang pahit. Namun, makanan berasa lezat tentu lebih menyenangkan untuk dikonsumsi. 

ASI mudah dicerna oleh lambung, sehingga tidak akan menimbulkan masalah pencernaan. Selain itu, ASI mengandung antibodi dan lebih dari 100 jenis zat gizi, seperti AA, DHA, Taurin, dan Spingomyelin. Taurin adalah sejenis asam amino kedua yang berfungsi sebagai neurotransmitter dan berperan penting untuk proses pematangan sel otak. Sedangkan, DHA dan AA dalam ASI jumlahnya sangat mencukupi untuk pertumbuhan dan kecerdasan anak. Karena itulah, sangat penting bagi bayi untuk mengonsumsi ASI, terutama ASI eksklusif di enam bulan pertama. 

Nah, berikut ini enam makanan lezat yang bisa dikonsumsi agar ASI lancar dan deras. 

Edamame 


Kekurangan asupan protein akan sebabkan produksi ASI berkurang. Karena itu para ibu yang ingin proses menyusui berjalan dengan baik perlu memenuhi kebutuhan protein harian mereka hingga 65 gram. Dan edamame mampu menjadi camilan kaya protein nan lezat yang mampu penuhi kebutuhan protein Anda. Edamame merupakan makanan lezat pelancar ASI. 

Kacang kedelai 


Kacang kedelai kaya akan protein. Kandungan phytoestrogen dalam kacang kedelai mampu melancarkan dan meningkatkan produksi ASI. Tidak suka susu kacang? Anda bisa juga menikmatinya dengan cara direbus. 

Pepaya 


Kekurangan asupan kalium dapat membuat tubuh cepat lelah dan perubahan mood, seperti stres. Dan kondisi ini akan membuat kualitas dan kuantitas ASI pun mengalami penurunan. Padahal kita semua tahu, merawat bayi adalah kegiatan yang sangat menguras tenaga. Agar bisa tetap bugar, suntikan kebutuhan kalium Anda dengan mengonsumsi pepaya. Buah berdaging oranye ini memiliki kandungan kalium 50% lebih banyak dari jeruk. 

Semangka 


Tahukah Anda, ibu menyusui ternyata membutuhkan vitamin A lebih banyak satu setengah kali lipat ketimbang perempuan yang tidak menyusui. Karena itu semangka hadir untuk menjawab kebutuhan itu. Tak hanya kaya akan vitamin A, buah merah ini juga memiliki kandungan air yang tinggi sehingga membuat para ibu tetap terhidrasi selama proses menyusui. Yuk, nikmati makanan lezat pelancar ASI. 

Kacang hijau 


Kaya protein, tiamin (vitamin B1), zat besi, magnesium, fosfor, kalium dan mangan. Kacang hijau juga sumber asam folat tapi rendah kandungan natrium, lemak jenuh dan sama sekali tidak mengandung kolesterol. Tiamin atau vitamin B1 mengubah karbohidarat menjadi energi, karena ibu menyusui butuh energi lebih besar dibanding saat hamil. Kekurangan tiamin, akan membua sulit konsentrasi dan kurang bersemangat. Mood yang baik akan memicu hormon oksitosin untuk mengeluarkan ASI. 

Jambu Air 


Baik untuk memenuhi kebutuhan kalsium yang meningkatkan fungsi otot dan saraf, serta vitamin A didalamnya berguna untuk melindungi sistem kekebalan tubuh bayi dan meningkatkan ketahanannya terhadap infeksi. Buah yang kadar airnya tinggi ini, bersifat mendinginkan sehingga memberikan rasa menenangkan saat dimakan, bahkan bisa menetralisir rasa tertekan pada ibu pasca melahirkan. (kompashealth)


BACA JUGA : 

Tips Menurunkan Berat Badan Bagi Ibu Menyusui 

Bagaimana Ibu Menyusui Berpuasa? 

8 Manfaat Dadih Susu untuk Kesehatan