Selamat Datang dan Selamat Berbelanja di Matras Tianshi Store sejak tahun 2001

February 25, 2015

Ciri-ciri Serangan Jantung Pada Wanita

ciri dan gejala serangan jantung pada perempuan
Penyakit jantung tidak mendiskriminasi korbannya. Di Amerika Serikat, penyakit jantung adalah penyebab nomor satu kematian untuk laki-laki dan perempuan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mengatakan ada sekitar 600 ribu jiwa meninggal dunia setiap tahunnya karena penyakit jantung. Namun, ada perbedaan gender penting yang perlu disadari perempuan. 

Selama serangan jantung 'waktu adalah kekuatan', kata Richard Krasuski, ahli jantung dari Claveland Clinic. “Semakin cepat seseorang diobati, semakin besar jantung Anda dapat diselamatkan.” 

Mampu melihat tanda pertama serangan sangat penting. Namun, tanda tersebut mungkin bukan salah satu seperti yang selama ini dikira. 

“Saat seorang perempuan datang ke rumah sakit, mereka tidak bisa menggambarkan serangan jantung, yang biasanya ditandai oleh cengkeraman di dada dengan rasa sakit menjalar ke lengan,” kata Nieca Goldberg, MD, direktur Joan H. Tisch Center for Women's Health di NYU Langone Medical Center, seperti dilansir dari laman Everyday Health. 

“Sebaliknya, mereka merasakan tekanan di bawah dada, sesak napas, atau tekanan pada punggung atas antara bahu.” 

Penelitian pada 2013 menemukan, bahwa satu dari lima perempuan mengalami serangan jantung. Nyeri dada bukan gejala pertama mereka. Perempuan biasanya mengalami nyeri di rahang, leher, tenggorokan, kelelahan, mual, dan pusing. 

Tidak mengenali tanda-tanda tersebut sebagai potensi serangan jantung, dapat membuat mereka menunda mendapat penanganan medis. 

Intervensi awal 


“Salah satu tren utama dalam 20 tahun terakhir dalam pengobatan kardiovaskular adalah harus ada intervensi awal,” kata Marla Mendelson, ahli jantung di Rumah Sakit Northwestern Memorial.

“Jika seseorang mengalami serangan jantung, mereka duduk di rumah dan mengatakan, 'saya pikir perut saya yang sakit. Mungkin karena sesuatu yang saya makan.' Maka mereka tidak akan mendapatkan keuntungan dari kemajuan medis dalam penyakit jantung yang dapat membantu mereka,” kata Mendelson.

Laki-laki dan perempuan memiliki banyak faktor risiko penyakit jantung yang sama. Seperti sejarah keluarga, obesitas, merokok, dan hipertensi. 

“Jika soal usia, perempuan cenderung mendapatkan penyakit jantung sedikit lebih lambat dari laki-laki karena mereka mendapat perlindungan dari (hormon) estrogen,” kata Mendelson. 

Estrogen dapat menyehatkan jantung dengan menjaga pembuluh darah fleksibel dan membuat darah mengalir lebih mudah. Penelitian menunjukkan bahwa risiko perempuan terserang penyakit jantung meningkat setelah menopause. Yaitu ketika periode menstruasi berhenti dan produksi estrogen turun. 

Kondisi kehamilan 


Kondisi yang berhubungan dengan kehamilan juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung perempuan. Penelitian awal tahun ini mengaitkan diabetes gestational, jenis diabetes sementara yang terjadi selama kehamilan, dengan pengerasan arteri, atau aterosklerosis. 

Demikian pula perempuan yang mengalami tekanan darah tinggi karena kehamilan, dikenal sebagai preeklampsia, dua kali lebih mungkin mengembangkan penyakit jantung di masa depan. 

Goldberg merekomendasikan agar para perempuan dengan kondisi tersebut memeriksakan kesehatan ke kardiolog. 

“Dengan begitu, dia akan berada dalam sistem yang semakin dapat dilacak,” katanya. “Faktor risiko dapat dievaluasi lebih mendalam sehingga bisa mendapatkan bantuan dan bimbingan yang dibutuhkan.” (cnnindonesia)


BACA JUGA : 




February 15, 2015

Berapa Lama Waktu Tidur Ideal yang Dibutuhkan?

berapa lama waktu tidur ideal yang tubuh kita perlukan
Sebuah rekomendasi tidur terbaru menganjurkan orang untuk berada di tempat tidur selama satu atau dua jam ekstra. Panduan tersebut dikeluarkan setelah para ahli memperbarui pedoman jumlah ideal tidur setiap kelompok usia. 

Dilansir dari laman Independent, National Sleep Foundation (NSF) dan panel yang terdiri dari 18 ilmuwan medis dan para peneliti mengulas lebih dari 300 penelitian tentang tidur. Mereka mencoba menemukan jumlah waktu yang tepat seseorang harus tidur sesuai dengan usia. 

Sementara jawaban sederhana mengatakan tidak ada jumlah waktu tidur sempurna untuk memenuhi setiap individu, NSF menerbitkan laporan yang memperbarui rekomendasi tidur untuk segala usia. 

Jumlah waktu tidur yang ideal adalah sebagai berikut: 

Bayi yang baru lahir (0-3 bulan): 14-17 jam per hari 

Bayi (4-11 bulan): 12 – 15 jam per hari 

Balita (1-2 tahun): 11-14 jam per hari 

Anak pra-sekolah (3-5 tahun): 10-13 jam per hari 

Anak usia sekolah (6-13 tahun): 9-11 jam per hari 

Remaja (14-17): 8-10 jam per hari 

Orang dewasa muda (18-25 tahun): 7-9 jam per hari 

Dewasa (26-64): 7-9 jam per hari 

Orang dewasa yang lebih tua (di atas 65 tahun): 7-8 jam per hari 

Rekomendasi bagi orang dewasa tidak berubah. Namun, laporan itu menambahkan dua kategori baru, orang dewasa muda dan orang dewasa yang lebih tua. Setiap orang memiliki kebutuhan tidur yang berbeda-beda, tergantung pada usia, seperti dijelaskan oleh NSF. Gaya hidup dan kesehatan sangat memengaruhi kebutuhan tidur seseorang. 

Studi lain yang baru-baru ini dilakukan di Norwegia mengungkapkan bahwa semakin lama remaja menghabiskan waktu menggunakan perangkat elektronik seperti telepon pintar, maka semakin buruk tidur mereka. 

Studi yang meneliti sekitar 10 ribu remaja usia 16-19 tahun menemukan, lebih dari dua jam melihat ke layar usai sekolah terkait kuat untuk periode tidur yang tertunda atau lebih pendek. Bukti itu begitu kuat, sehingga para ahli menganjurkan untuk merombak pedoman penggunaan perangkat elektronik oleh remaja. 

Orang-orang yang menghabiskan lebih dari empat jam menatap layar per hari, mereka tiga setengah kali lebih mungkin untuk tidur kurang dari lima jam setiap malam. Juga 49 persen kemungkinannya butuh waktu lebih dari satu jam untuk bisa tertidur. Orang dewasa yang sehat biasanya butuh waktu 30 menit untuk tidur. (cnnindonesia)


BACA JUGA : 




February 7, 2015

5 Makanan Merah yang Membuat Jantung Sehat

5 makanan merah yang bikin jantung sehat
Penyakit jantung memang tak pandang bulu, apalagi warna kulit. Namun warna makanan yang Anda konsumsi bisa berpengaruh besar terhadap kesehatan jantung Anda. Beberapa sayur dan buah-buahan yang berwarna merah diketahui bisa menurunkan risiko penyakit jantung Anda hingga 50 persen! 

Penyakit jantung memang sangat mematikan, namun sebenarnya juga bisa dicegah. Makanan berwarna merah memiliki nutrisi yang bisa mencegah penyakit jantung pada tubuh Anda. Berikut adalah beberapa jenis makanan berwarna merah yang baik untuk kesehatan Anda, seperti dilansir oleh Pop Sugar. 

Tomat 


Sebuah penelitian dari Harvard School of Public Health menemukan bahwa tomat bisa menurunkan risiko penyakit jantung hingga 50 persen. Tomat mengandung antioksidan bernama lycopene yang baik untuk kesehatan. Meski tomat segar mengandung banyak lycopene, namun sekitar 80 persen lycopene juga bisa didapatkan dari produk tomat olahan seperti saus, jus tomat, dan lainnya. 

Raspberry 


Antioksidan anthocyanin dalam raspberry juga baik untuk kesehatan jantung. Penelitian yang dilakukan pada 94.000 wanita mengungkap bahwa makan raspberry bisa menurunkan risiko penyakit jantung hingga 30 persen. Penelitian lain menunjukkan bahwa raspberry memiliki banyak vitamin C, mangan, potasium, dan serat yang baik untuk kesehatan jantung. 

Bit 


Buah bit dan jus bit baik untuk menurunkan tekanan darah dan menurunkan risiko penyakit jantung. nitrat oksida yang ada di dalamnya bisa menenangkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah. 

Kacang merah 


Kacang merah mengandung antioksidan yang baik untuk kesehatan jantung. Kacang merah mengandung sedikit lemak dan serat, serta kolesterol yang menurunkan tekanan darah dan juga mencegah penyakit jantung. 

Anggur merah 


Anggur merah mengandung resveratol dan flavonoid yang bisa melindungi pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah, serta kolesterol. Semua ini bisa mencegah risiko penyakit jantung dan serangan jantung. 

Itulah beberapa makanan berwarna merah yang sebaiknya dikonsumsi untuk menjaga jantung tetap sehat. Makanan di atas mengandung nutrisi yang bisa menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol, dan mengandung banyak vitamin yang tak hanya baik untuk jantung tetapi juga untuk kesehatan tubuh. (merdeka)


BACA JUGA : 

Yang Perlu Anda Ketahui tentang Serangan Jantung 

Tips Mengantisipasi Serangan Jantung Saat Sendirian 

Penyebab Tersembunyi Penyakit Jantung 

Berhasil Turunkan Bobot di Usia Muda Bisa Sehatkan Jantung 

Inilah 4 Tanda Fisik Tunjukkan Resiko Serangan Jantung