Selamat Datang dan Selamat Berbelanja di Matras Tianshi Store sejak tahun 2001

May 18, 2015

Mendengkur Berpotensi Menurunkan Daya Ingat

mengorok berpotensi menurunkan daya ingat
Bagi orang lanjut usia, masalah mendengkur tak bisa diabaikan begitu saja. Sebuah studi yang baru dipublikasikan di Amerika, sebutkan bahwa warga senior yang menderita sleep apnea cenderung mengalami penurunan fungsi kognitif lebih cepat dibanding yang tidak mendengkur.

Tapi jangan salah sangka. Mendengkur tidak menyebabkan penyakit saraf degeneratif. Hanya saja pada lansia yang derita sleep apnea, penurunan mentalnya muncul di usia yang lebih muda.

Mendengkur merupakan tanda adanya gangguan nafas saat tidur bernama sleep apnea. Sleep apnea artinya henti nafas saat tidur. Dengkuran pada lanjut usia muncul karena semakin lembeknya saluran nafas atas. Saat tidur saluran nafas atas tersebut melemas dan akhirnya menutup, menyumbat aliran udara nafas.

Bayangkan saja ketika Anda meminum es kelapa dengan sedotan. Ketika sedotan tersumbat, sementara kita terus menyedot, sedotan jadi kolaps dan menyumbat. Demikian juga terjadinya sleep apnea pada orang lanjut usia.

Penelitian 

Menurut penelitian yang diterbitkan pada jurnal kedokteran Neurology edisi April 2015, di antara penderita penyakit Alzheimer's yang dengkurannya tidak dirawat kemampuan mental rata-rata mulai hilang di usia 77 tahun, dibandingkan dengan yang dirawat baru akan hilang di usia 90. Kehilangan kemampuan mental terjadi di usia yang lebih muda jika mendengkur dibiarkan.

Gangguan nafas pada usia lanjut amat umum ditemukan. Diperkirakan 53 persen pria lansia menderita sleep apnea, sedangkan pada wanita adalah 26 persen.

Penelitian ini melihat data 2,500 orang penderita Alzheimer's disease usia lanjut. Dari data tersebut didapatkan berapa orang yang terdiagnosa juga menderita sleep apnea dan berapa orang yang selanjutnya dirawat gangguan nafas tidurnya dengan Continuous Positive Airway Pressure (CPAP).

Didapati bahwa penderita Alzheimer's disease yang tidak menggunakan CPAP akan mengalami penurunan memori di usia yang lebih muda.

Para peneliti menekankan bahwa penelitian ini tidak menunjukkan hubungan sebab akibat antara sleep apnea dan penurunan mental. Tetapi mereka menduga hubungannya terletak pada efek penurunan oksigen dan proses tidur yang terpotong.

Ketika mengalami henti nafas, penderita akan alami penurunan oksigen. Akibat sesak, ia akan terbangun tanpa terjaga. Pasien tak alami tidur yang restoratif. Pendengkur bangun dengan rasa kurang segar dan terus mengantuk di siang hari.

Hipersomnia, atau kantuk berlebihan di siang hari. Suatu gejala penyakit tidur yang diabaikan pada lansia. Semua dianggap karena faktor usia.

Bukti-bukti penelitian terus menggunung. Mendengkur telah diakui menyebabkan penyakit jantung, peningkatan tekanan darah, diabetes, stroke, disfungsi seksual hingga kematian. Kini penelitian ini menunjukkan arah baru perawatan sleep apnea, terutama pada kelompok usia lanjut. Sleep apnea tak bisa lagi diabaikan.

Para peneliti juga mengingatkan, ketika pasien datang memeriksakan diri ke dokter dengan keluhan daya ingat yang menurun, dokter harus mempertimbangkan sleep apnea sebagai salah satu penyebabnya. (kompashealth) 


BACA JUGA : 


May 16, 2015

Masa Pubertas Mempengaruhi Tinggi Badan Anak

masa pubertas sangat mempengaruhi tinggi badan anak
Tinggi badan seorang anak bukan hanya dipengaruhi oleh faktor genetik dan gizinya saja, tapi juga cepat lambatnya ia memasuki usia pubertas. Hal tersebut bisa menjelaskan mengapa anak perempuan terlihat lebih tinggi di usia sekolah dasar, tapi di usia remaja anak laki-laki bisa lebih jangkung lagi. 

Anak perempuan memang memasuki usia puber lebih awal, yakni di usia 8-13 tahun, sementara anak laki-laki baru mengalami puber di usia 9-14 tahun. 

Masa pubertas pada anak perempuan ditandai dengan pertumbuhan payudara. Biasanya 2,5 tahun kemudian ia akan haid. 

"Tapi 2 tahun setelah haid pertumbuhannya terhenti. Jadi bisa dibayangkan kalau di usia 10 tahun ia sudah haid maka di usia 12 tahun ia sudah tidak tumbuh lagi," kata Dr.Aman Pulungan Sp.A (K), ahli endokrinologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam acara diskusi media di Jakarta.

Aman menjelaskan, selama masa puber seorang anak akan mengalami pertumbuhan yang pesat (growth spurt) sehingga tinggi badannya juga ikut bertambah. Saat pubertas, tinggi badan anak bisa bertambah maksimal sampai 23 cm. 

Selain itu, di usia ini anak juga akan mengalami perubahan penampilan fisik yang memperjelas perbedaan gendernya. 

Berbeda dengan anak perempuan, anak laki-laki justru baru mengalami percepatan tinggi badan di akhir masa pubertasnya. Ini sebabnya, meski di usia sekolah dasar anak perempuan dan laki-laki akan sama tingginya, namun setelah masuk usia remaja anak laki-laki akan lebih tinggi. 

Meski begitu, menurut Aman, banyak juga orangtua yang "kecolongan" sehingga tidak mengetahui kapan anak laki-lakinya mengalami pubertas. "Tahu-tahu di usia 14 tahun tidak tambah tinggi lagi, padahal mau masuk ke AKMIL," katanya. 

Ia menambahkan, kuota pertumbuhan anak akan banyak berkurang setelah selesainya masa pubertas. Karena itu ia menyarankan orangtua untuk memperhatikan kapan anak mulai memasuki usia pubertas. 

"Orangtua harus mengajak bicara anak sehingga tahu apakah anak sudah mengalami tanda-tanda puber. Di situ bisa diukur apakah tinggi badan anak sudah sesuai dengan kurva pertumbuhannya. Kalau kurang, masih bisa diterapi hormonal," ujarnya. 

Terapi hormonal yang dilakukan setelah anak melewati masa pubertas, menurut Aman, tak akan banyak mmebantu. "Biar dikasih banyak hormon tapi kalau kuota pertumbuhannya sudah tidak ada ya percuma. Kan, nggak mungkin tulangnya direnggangkan lagi," katanya. (kompashealth)


BACA JUGA : 




May 12, 2015

Ciri-ciri Kantuk yang Tidak Sehat

tanda mengantuk yang tidak sehat
Masyarakat modern telah terbiasa menganggap kantuk sebagai suatu bentuk kemalasan. Sebuah hal yang tabu bagi produktivitas. Orang yang mengantuk dipandang sebelah mata. Akibatnya, kantuk diperlakukan sebagai suatu penyakit yang harus dicarikan obatnya. 

Padahal mengantuk merupakan sinyal tubuh membutuhkan tidur, sama halnya seperti lapar merupakan tanda membutuhkan makanan atau haus yang berarti membutuhkan cairan. Kantuk adalah hal alami. Secara alamiah, jika kekurangan sesuatu kita harus memenuhi kebutuhan tersebut, dan tidak tergantikan. Ya, sampai saat ini tak ada satu zat pun yang dapat menggantikan efek restoratif tidur. 

Proses tidur itu membangun dan memperbaiki tubuh. Ia memberikan tenaga baru, semangat baru bahkan sel-sel baru. Seluruh sistem tubuh akan terganggu begitu tidur terganggu. 

Pada dasarnya kita akan mengantuk jika kekurangan tidur. Tetapi kekurangan tidur harus dipahami sebagai suatu kondisi. Kondisi kurang tidur bisa disebabkan oleh durasi tidur yang kurang, atau kualitas tidur yang buruk. Kualitas tidur yang buruk, bukan saja rasa tidur yang tak dalam yang sering dikenal masyarakat dengan sebutan tidur-tidur ayam. Kualitas tidur yang buruk ditemui dalam bentuk kantuk berlebihan walau durasi tidur sudah cukup. 

Rasa kantuk berlebihan atau hipersomnia berujung pada berbagai penyakit tidur serius seperti narkolepsi atau sleep apnea/mendengkur. 

Kantuk bisa bertumpuk dan bertambah parah. Sebelum bertambah buruk dan mengakibatkan gangguan produktivitas dan kesehatan, ada baiknya kita mengenali bagaimana tanda-tanda kantuk yang tak sehat. 

"Pelor" 


Pelor alias nempel molor merupakan istilah yang umum diberikan pada orang yang mudah sekali tidurnya. Begitu meletakkan kepala di atas bantal, tak kurang dari 5 menit, seseorang sudah terlelap. Padahal mula tidur (sleep onset) yang normal adalah 10-20 menit. 

Impulsif 


Mengantuk akan memicu perilaku impulsif. Orang yang berada dalam kondisi kurang tidur mudah sekali terpancing emosinya. Kemampuan mengambil keputusan juga menurun drastis. Coba perhatikan, tiap kali berbelanja di midnight sale, atau browsing toko online di malam hari, kita cenderung tak berpikir panjang untuk berbelanja. 

Klise 


Kekurangan tidur membuat orang sulit menjadi kreatif saat berbicara di muka umum. Kemampuan memilih kata-kata secara kreatif dan sikap yang hangat akan menurun drastis saat mengantuk. Akhirnya kata-kata yang keluar pun itu-itu saja, bahkan terkesan klise. 

Kemampuan Otak Menurun 


Tanpa tidur yang baik, proses konsolidasi ingatan jadi tak sempurna. Ya tidur diperlukan untuk menjaga daya ingat sesorang. Demikian juga dengan kontrol emosi. Kemampuan otak dan kematangan emosi menentukan pengambilan keputusan seseorang. Orang dengan tidur yang tak sehat akan sulit untuk bertindak rasional. 

Rakus 


Kantuk akan meningkatkan nafsu makan. Sebenarnya mudah saja dijelaskan. Ketika mengantuk dan kekurangan tidur, sedang kita harus tetap beraktivitas, tubuh secara otomatis akan membutuhkan tenaga tambahan. Untuk itu sel-sel saraf di otak mendiktekan rasa lapar dan keinginan besar untuk menikmati makanan yang asin, manis dan gurih. Ketika merasa sulit mengendalikan nafsu makan, mungkin Anda sedang kurang tidur? 

Lamban 


Daya tangkap, baik di kelas atau membaca juga dipengaruhi oleh tidur. Kekurangan tidur membuat kita lamban memahami suatu subyek. Akibatnya, satu dokumen harus dibaca berulang kali baru benar-benar mengerti isinya. Dalam pengambilan keputusan juga terkesan lamban dan ragu-ragu. 

Ceroboh 


Karena konsentarasi yang buruk, saat kurang tidur, kita jadi ceroboh. Tanpa sengaja menjatuhkan barang-barang, atau salah menekan tombol. Tak jarang kita meletakkan kunci kendaraan bukan pada tempat biasanya. Sistem koordinasi motorik manusia jadi buruk. Ini sebabnya pendengkur yang sering mengantuk dilarang untuk berkendara. 

Galau Berlebihan 


Emosi jadi tak stabil ketika tidur tak sehat. Sebuah penelitian menyatakan bahwa pasangan yang kurang tidur lebih sering bertengkar dibanding yang cukup. Sementara penelitian University of California sebutkan bahwa pasangan dari orang yang tak sehat tidurnya sering merasa dihargai. 

Tertidur 


Jika mengantuk sampai tertidur, tentu kekurangan tidur atau penyakit tidur yang diderita sudah sangat parah. Tetapi banyak orang mencoba mempertahankannya dengan kafein atau minuman penambah energi. Semua zat stimulan ini hanya menunda rasa kantuk tanpa mengembalikan kemampuan otak yang sudah lelah. Tandanya ketika dalam suasan yang membosankan atau cenderung gelap, orang yang mengantuk akan langsung tertidur. 

Mulai dari sekarang ketika mengalami hal-hal di atas pikirkan tentang kesehatan tidur. Sudah cukupkah tidurnya? Teratur? Mendengkur? Mengigau? Ketindihan? Karena menambah konsumsi kafein atau berbagai vitamin secara berlebihan bukanlah jawaban yang tepat. (kompashealth)


BACA JUGA : 

8 Alasan Penyebab Susah Tidur 

Tips Sederhana Bantu Tidur Lebih Nyenyak 

7 Tips Tidur yang Berkualitas

May 11, 2015

Cara Membersihkan Telinga Tanpa Cotton Bud

cara membersihkan telinga tanpa cotton bud
Tahukah Anda, membersihkan telinga menggunakan kapas (cotton bud) sebenarnya tidak dianjurkan. Walau rasanya enak, membersihkan telinga dengan cotton bud sebenarnya berbahaya dan tidak efektif. 

Faktanya, kotoran telinga juga memiliki manfaat, yakni untuk melumasi dan menjadi antibakteri dalam telinga sehingga telinga tak gampang terasa kering. Walau Anda merasa membersihkan telinga termasuk bagian dari gaya hidup bersih, para ahli justru tidak sepakat. 

Dokter THT dan neurologi dari New York Head & Neck Institute di Lenox Hill Hospital, Sujana Chandrasekhar, melihat bahwa pasiennya membersihkan kotoran telinga dengan kapas karena terasa menyenangkan. Hal itu kemudian menjadi kebiasaan. 

"Sekali memulai, Anda tak merasa lengkap jika belum melakukannya," terang Chandrasekhar. 

Walau Anda merasa kapas adalah sesuatu yang lembut, nyatanya Anda membersihkan kotoran telinga dengan batang cotton bud. Hal itu dapat merobek kulit di lubang telinga hingga menyebabkan infeksi. Skenario terburuk yang bisa menimpa Anda adalah, gendang telinga tertusuk karena gesekan yang agresif. 

Chandrasekhar menceritakan, ada pasiennya yang membersihkan telinga sambil menyetir mobil lalu menginjak rem. Pasien tersebut menusuk gendang telinganya dan nyaris mengalami kerusakan permanen. 

"Membersihkan dengan cotton bud sebenarnya mendorong kotoran itu semakin dalam, bukannya membersihkannya," lanjutnya. 

Pada dasarnya, kita tak perlu membersihkan lubang telinga karena tubuh memiliki mekanisme membersihkan dirinya sendiri. Kulit yang melapisi saluran telinga juga berbeda dari kulit bagian tubuh lain. Ada gerakan aktif pada kotoran telinga dari luar serta ke dalam dan ke luar untuk menghilangkan kotoran atau debu. 

Jika Anda telah kecanduan, cara terbaik untuk mengembalikan telinga Anda ke keadaan semula adalah berhenti menggunakan kapas. Namun, hal itu bisa sulit bagi Anda, apalagi ketika bagian dalam telinga terasa gatal. 

"Jika gendang telinga tak tertusuk, Anda bisa meneteskan satu atau dua tetes minyak mineral atau baby oil untuk menyingkirkan rasa gatal," ujarnya. 

Cara efektif yang bisa dilakukan di rumah untuk membersihkan kotoran telinga adalah memasukkan minyak ke dalam telinga selama 15-30 menit, lalu gunakan at-home irrigation kit (alat penyedot) untuk membersihkannya. Cara ini direkomendasikan oleh American Academy of Otolaryngology bagian Head & Neck Surgery. 

Kalau pendengaran Anda terganggu atau terasa gatal terus-menerus, segera temui dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Bisa juga Anda melakukan pembersihan kotoran jika itu menyumbat saluran telinga. 

Jangan tergoda mencoba pembersihan kotoran telinga dengan lilin seperti di spa karena belum ada bukti ilmiah yang bisa mendukung keamanan dan hasilnya. Hal itu sangat tidak efektif dan berbahaya, dengan hasil terburuk, yaitu luka bakar hingga pelubangan pada membran, bagian yang memisahkan saluran telinga dan telinga bagian tengah.

Jika Anda masih perlu membersihkan telinga, apa pun yang bisa Anda lihat atau sentuh dengan ujung jari masih dibolehkan. (kompashealth)


BACA JUGA :