Mengapa Kita Perlu Suplementasi Kalsium

Kebutuhan akan kalsium pada tubuh manusia menjadi isu penting untuk diketahui. Sebab banyak ditemukan usia muda yang tidak memiliki kepadatan tulang yang kuat, karena kurangnya penyerapan kalsium pada tulang. Padahal kalsium dibutuhkan untuk pertumbuhan normal dan perkembangan kerangka tubuh

National Institute of Health menyatakan bahwa kecukupan asupan kalsium sangat penting untuk mencapai massa tulang puncak optimal dan mengurangi laju kehilangan tulang akibat bertambahnya usia. Suatu keseimbangan kalsium positif dibutuhkan sebelum pertumbuhan tulang terjadi. 

Oleh karena itu, asupan kalsium dan pembentukan tulang menentukan keseimbangan kalsium selama masa pertumbuhan. Namun, pengaruh gaya hidup yang sering mengonsumsi goreng-gorengan, minuman kopi maupun alkohol menjadi salah satu faktor yang memicu penurunan daya penyerapan kalsium pada tulang. 

Sebagai mineral yang paling banyak diperlukan oleh tubuh, kebutuhan harian kalsium mencapai 800 mg untuk orang dewasa di atas 25 tahun dan 1.000 mg setelah usia 50 tahun. Bahkan, untuk ibu hamil dan menyusui harus mengkonsumsi 1.200 mg kalsium per hari.

"Rata-rata orang Indonesia hanya mengonsumsi 40% dari kebutuhan kalsium harian. Tubuh akan mengambil kalsium dari tulang jika persediaan kalsium tidak cukup. Jika terjadi terus-menerus, kepadatan tulng akan menurun sehingga tulang menjadi tipis, rapuh, dan menambah risiko patah tulang terutama pada bagian pinggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan, yng seringkali disebut sebagai osteoporosis," ujar dr. Suci Sutinah Dian Suksmasari dari PT Bayer Indonesia. 

Dokter Sutinah menambahkan bahwa semangkuk penuh brokoli saja hanya mengandung 175 mg kalsium, sedangkan segelas susu berukuran 250 cc hanya memiliki kandungan kalsium sebanyak 300 mg. Untuk itulah, agar mencukupi kebutuhan kalsium sebanyak 1.000 mg per hari, selain masyarakat harus mengonsumsi makanan berkalsium tinggi seperti dairy product, ikan sarden dan sayur brokoli, perlu suplementasi kalsium

Hal ini bagi Sutinah dianggap penting sebab suplementasi diperlukan sebagai tabungan kalsium sebelum usia 30 tahun, "setelah berumur 30 tahun massa tulang akan menurun terutama pada perempuan," terangnya. 

Sejalan dengan pernyataan dokter Sutinah, dokter spesialis olahraga dr. Michael Triangto SpKO mengungkapkan banyak aktivitas fisik yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepadatan tulang secara optimal. 

"Kesibukan membuat orang malas bergerak. Padahal, kebiasaan seperti naik-turun tangga atau jalan cepat di bawah terik matahari baik untuk penyerapan tulang," ucap dr. Michael. dr. Michael juga menuturkan bahwa olahraga secara terprogram, intensif, dan berkesinambungan juga baik untuk tulang. Sebab dengan berolahraga dapat memberikan tekanan-tekanan pada tulang panjang. 

Akan tetapi dokter yang sehari-hari beraktivitas untuk Slim + Health Sports Therapy ini menanggapi kritis atas massive-nya acara-acara lari yang digelar di ibukota. Sebab aktivitas lari berlebihan dapat memicu keringat dan produksi urin yang merupakan jalur pengeluaran kalsium. Sehingga masyarakat harus mendapat informasi yang cukup tentang aktivitas tersebut. 

"Jika suplemen kalsium tak cukup, tubuh akan otomatis mengambil dari tulang," ungkapnya. "Yang perlu diingat adalah jangan sampai lari berlebihan. Terlalu banyak berlari justru dapat berakibat fatal pada kesehatan. Menurut standar kesehatan, normalnya orang berlari hanya butuh waktu 30 sampai 60 menit per hari dengan frekuensi sekitar tiga sampai lima kali seminggu." (the-marketeers)

Tiens Nutrient Calcium Powder ~ Kalsium organik terbaik di dunia terbuat dari sumsum sapi segar, aman untuk ginjal








BACA JUGA : 

Kalsium dan Kehidupan 

7 Cara Mencegah Osteoporosis pada Wanita 

Kalsium Tidak Hanya Buat Tulang 

Tulang Sehat Cegah Kegemukan 

Hati-Hati! Tulang Keropos Bisa Terjadi di Usia Muda
 

PENCARIAN


Kenapa Harus Obat Peninggi Badan Tiens

Obat Peninggi Badan Grow Up VS Obat Peninggi Badan Tiens

Powered by Blogger.